Cium Kejanggalan, Hotman Paris Minta Polda Jabar Lakukan Penyidikan Ulang Kasus Vina Cirebon

- 17 Mei 2024, 09:56 WIB
Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Polda Jambi melakukan penyidikan ulang kasus pembunuhan Vina Cirebon
Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Polda Jambi melakukan penyidikan ulang kasus pembunuhan Vina Cirebon /Pikiran Rakyat/Asep Bidin Rosidin/

Kalangan Jambi - Pengacara kondang, Hotman Paris meminta pihak kepolisian melakukan penyidikan ulang kasus pembunuhan Vina dan Eko di Cirebon, Jawa Barat, yang terjadi pada 2016 silam. Hal ini lantaran ditemukan kejanggalan karena 8 tersangka sebelumnya sempat mengubah BAP sebelum berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan.

Hotman menjelaskan, awalnya delapan tersangka itu mengaku ada tiga orang lagi yang membunuh Vina dan Eki. Akan tetapi, mereka kompak mengubah keterangannya menjelang diadili di persidangan. Perubahan BAP tersebut tentu saja membuat Hotman curiga.

“Saya bicara dengan Kanit Deni di Polda Bandung ada hal yang menarik ternyata dari pernyataan Deni. Kasusnya sudah dilimpahkan dari 2016 ke Polda dari Polres Cirebon, yang menarik 8 orang ini pada saat di BAP pertama menyatakan ada tiga orang lagi pelaku tapi kemudian berubah sesudah dilimpahkan ke kejaksaan, berubah BAP-nya,” kata Hotman di kawasan Jakarta Barat, dikutip dari pikiran-rakyat, Jumat 17 Mei 2024.

Menurut Hotman keterangan awal dari delapan orang yang menyebut ada tiga tersangka lagi adalah pernyataan yang benar. Kata dia, sangat tidak mungkin delapan orang yang diperiksa terpisah dapat mengarang pernyataan bohong.

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon: Diangkat ke Film hingga Jadi Sorotan Kembali

Hotman menduga ada pengaruh dari pihak tertentu yang menyebabkan delapan orang tersebut mengubah keterangannya. Dia menilai seseorang itu tidak ingin tiga tersangka yang masih buron diketahui identitasnya.

“Dari segi logika manusia normal enggak mungkin delapan orang itu bersama-sama mengarang kejadian di awal-awal berarti benar ada tiga orang (lagi tersangka)," sebutnya.

“Karena mereka saat BAP terpisah dikatakan ada tiga orang lagi tapi pada saat dilimpahkan ke kejaksaan mereka mengubah BAP sehingga ada pengaruh di sini sehingga tiga orang ini bahkan sampai sekarang alamat tidak jelas. Seharusnya di BAP itu ada,” sambungnya.

Atas kejanggalan tersebut, Hotman meminta agar Polda Jabar melakukan penyidikan ulang terkait kasus pembunuhan Vina dan Eki. Selain itu, dia juga meminta berkas BAP delapan orang yang sudah menjadi terpidana untuk diamankan.

“Jadi himbauan kepada bapak Kapolri dan bapak Kapolda Jawa Barat (Jabar) agar kasus ini dibuka ulang penyidikannya, khusus kepada tiga tersangka dan agar diamankan semua BAP dari 8 terpidana ini yang menyatakan bahwa 3 orang pelaku ini yang sudah DPO terlibat,” ujar Hotman.

Halaman:

Editor: D. Sanjaya Putra


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah