Survei Microsoft Ungkapkan 92% Karyawan Kantoran di Indonesia Memanfaatkan AI

- 11 Juni 2024, 20:26 WIB
Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir
Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir /Adimas Raditya/

Kalangan Jambi - Perusahaan teknologi global Microsoft melaporkan bahwa sekitar 92 persen karyawan kantoran di Indonesia telah memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif di tempat kerja, berdasarkan hasil survei.

"Temuan ini menunjukkan bahwa persentase pekerja pengetahuan, termasuk mereka yang bekerja secara remote, yang menggunakan AI generatif sangat tinggi. Selain itu, persentase pemimpin perusahaan di Indonesia yang merasa perlu mengadopsi AI lebih tinggi dibandingkan dengan data Asia Pasifik dan global," ujar Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Dharma menjelaskan bahwa hasil survei Microsoft bersama jaringan profesional dan pelaku industri global LinkedIn bertajuk Work Trend Index 2024, yang mengumpulkan data penggunaan AI dalam dunia kerja, menunjukkan bahwa para karyawan tertarik untuk mengadopsi AI di tempat kerja.

Baca Juga: iOS 18 Meluncur: iPhone Semakin Canggih dengan Deretan Fitur Baru!

Berdasarkan laporan Work Trend Index 2024, sebanyak 92 persen pekerja kantoran yang disebut knowledge workers di Indonesia sudah menggunakan AI generatif di tempat kerja dan angka itu lebih tinggi dibandingkan angka global (75 persen) dan Asia Pasifik (83 persen).

Sebanyak 92 persen pemimpin perusahaan di Indonesia berdasarkan survei percaya akan pentingnya adopsi AI untuk menjaga keunggulan kompetitif perusahaan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan angka global (79 persen) dan Asia Pasifik (84 persen).

 Baca Juga: Lebih Aman Berbagi Momen: WhatsApp Uji Coba Fitur Pengaturan Privasi Baru untuk Pembaruan Status di Android

Menurut Work Trend Index 2024, para karyawan menilai AI dapat meningkatkan standar dan membuka peluang karier.

Penilaian tersebut beralasan mengingat hasil survei menunjukkan 69 persen pemimpin perusahaan menyatakan tidak akan merekrut seseorang tanpa keterampilan AI.

Bahkan, sebanyak 76 persen pemimpin perusahaan menurut hasil survei cenderung akan merekrut kandidat dengan pengalaman kerja lebih sedikit tetapi andal menggunakan AI ketimbang kandidat berpengalaman tanpa kemampuan AI.

Halaman:

Editor: Halim

Sumber: Antara News


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah